Postingan

Menampilkan postingan dengan label load balancing

Pengertian chain pada packet flow mikrotik

Gambar
Jika kita sudah mulai melakukan konfigurasi secara kompleks misal menggunakan firewall ada baiknya kita mengerti beberapa pengertian chain di dalamnya, chain bisa di ibaratkan sebagai pos pemerikasaan dari mana dan mau kemana packet yang telah di periksa. untuk lebih detailnya bisa di lihat pada gambar berikut : gambar tersebut saya ambil dari http://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Packet_Flow dan bisa anda baca kembali untuk lebih detailnya, akan sangat percuma ketika kita ingin melakukan beberapa konfigurasi dari load balancing, pengaturan bandwidth manajemen, ataupun kita akan melakukan blocking terhadap situ-situs tertentu akan tetapi kita tidak memahami dasar dari packet flow di dalam mikrotik. Di dalam packet flow terdapat 5 pos pemeriksaan didalamnya yaitu 1. Input 2. Output 3. Forward 4. Prerouting 5. Postrouting Untuk penjelasannya seperti berikut : input = pos pemeriksaan paket data yang terletak di depan Local Proses, semua data yang menuju ke dalam router itu se...

Load Balancing dengan metode PCC pada mikrotik

Gambar
Kali ini saya akan membahas salah satu metode load balancing di dalam mikrotik, pengertian dari load balancing sendiri adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari agonize pada salah satu jalur koneksi. selama ini kita beranggapan bahwa jika kita memiliki 2 koneksi dan menggabungkan antara kedua dengan bulk acclimation maka bandwdith kita menjadi 2 kali lebih besar, Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang dan maksimal, dan untuk metode pcc adalah salah satu alternatif jika kita ingin menerapakan load balance dimana mikrotik akan mengingat ingat koneksi sebelumnya untuk digunakan untuk topologi jaringan yang akan digunakan dalam membah...

Load balancing multiple gateway

Gambar
Setelah beberapa tutorial mengenai load balancing sebelumnya kali ini saya akan menjelaskan load balancing yang paling mudah, dimana kita tinggal mengarahkan setiap traffik user ke ISP yang kita inginkan dengan cara mengelompokkan dengan groub, sehingga asumsinya semisal groub A melewati ISP 1 dan groub B melewati ISP 2, untuk gambaranya kurang lebih seperti gambar berikut :   Semisal : Groub A memiliki ip 192.168.100.0/25 Groub B memiliki ip 192.168.100.128/25 Agar Groub A menggunakan traffik dari ISP 1, maka ditandai untuk diarahkan ke gateway ISP 1 : /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.100.0/25 action=mark-routing new-connection-mark=groubA Agar Groub A menggunakan traffik dari ISP 1, maka ditandai untuk diarahkan ke gateway ISP 2 : /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.100.128/25 action=mark-routing new-connection-mark=groubB setelah di tandai tinggal kita arahkan ke gateway masing ISP Untu...

Load Balancing mikrotik Menggunakan ecmp

pada artikel sebelumnya telah di bahas mengenai load balancing menggunakan NTH, kali ini saya akan mencoba membuat load balancing menggunakan metode ecmp khusunya pada konfigurasi firewall mangle dan route,  berikut contoh mangle dan routing pada penggunaan load balancing untuk metode ecmp dengan menggunakan 2 upstream : /ip firewall mangle add action=mark-routing chain=prerouting comment="Route HTTP traffic to ECMP" \     disabled=yes dst-port=80 new-routing-mark=ecmp-http-route passthrough=yes \     protocol=tcp add action=mark-connection chain=input disabled=yes in-interface=ether1 \     new-connection-mark=ether1_conn passthrough=yes add action=mark-connection chain=input disabled=yes in-interface=ether2 \     new-connection-mark=ether2_conn passthrough=yes add action=mark-routing chain=output connection-mark=ether1_conn disabled=yes \     new-routing-mark=to_wlan1 passthrough=yes add action=mark-routing chain=output...

Load Balancing mikrotik Menggunakan NTH

load balancing di perlukan ketika kita memiliki 2 atau lebih upstrem, sehingga distribusi traffik dapat terbagi dengan merata, ada beberapa hal yang perlu kita konfigurasi pada mikrotik, diantaranya NAT, Routing, DNS, dan tentunya mangle, kali ini saya ingin membuat contoh simple mangle menggunakan dua upstrem untuk load balancing dengan metode NTH : simple mangle untuk LB NTH : add action=accept chain=prerouting comment=LB-test2 disabled=no \     dst-address-list=lokal src-address-list=lokal add action=mark-routing chain=output connection-mark=ether1_conn disabled=no \     new-routing-mark=to_wlan2 passthrough=yes add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark disabled=\     no in-interface=ether3 new-connection-mark=con1 nth=2,2 passthrough=yes add action=mark-routing chain=prerouting connection-mark=con1 disabled=no \     in-interface=ether3 new-routing-mark=route1 passthrough=no add action=m...